Memburu Lailatul Qodar

Salah satu keistimewaan bulan suci Ramadhan adalah adanya Lailatul Qadar. Pada malam tersebut Allah SWT menurunkan Al Qur’an untuk pertama kalinya. Setelah itu Al Qur’an diturunkan secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun, yaitu 13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah. Peristiwa turunnya Al Qur’an pertama kali diabadikan oleh Allah SWT dalam firmanNya :

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan.” (QS. Al Qadar : 1).
Lailatul  Qadar merupakan anugerah besar yang Allah berikan kepada umat Nabi Muhammad SAW, dan belum pernah diberikan kepada umat-umat terdahulu. Al Qadar berarti asy Syarf wat Ta’zhim (mulia dan agung). Dinamakan demikian karena malam itu memang sarat dengan kemuliaan, keagungan, kesucian, keutamaan, keberkahan dan pahala. Keutamaanya jauh lebih bernilai dari seribu bulan.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa beribadah pada Lailatul Qadar karena keimanan dan mengharapkan pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tanda-tanda Munculnya Lailatul Qadar

Laialtul Qadar waktunya dapat dijumpai pada salah satu dari malam-malam ganjil sepuluh hari terakhir bulan Ramadahan. Rasulullah SAW bersabda, ”Carilah Lailatul Qadar itu pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Allah SWT sengaja merahasiakan kemunculan malam itu agar kaum muslimin berlomba mengisi hari-harinya dengan ibadah. Namun demikian, untuk memandu kaum muslimin memburu malam seribu bulan itu, Rasulullah SAW memberikan beberpa petunjuk, antara lain :

Pertama,terdapat dalam kitab Shahih Muslim bahwa Rasulullah SAW memberitahukan, diantara tanda-tandanya adalah terbitnya matahari pada pagi hari dengan sinar yang tidak terlalau terang seperti biasanya.

Kedua, terdapat di dalam hadits Ibnu Abbas dengan riwayat Al Thayalisi dengan sanad yang shahih bahwa Nabi SAW bersabda, ”Lailatul Qadar itu adalah malam yang cerah. Tak terasa dingin dan juga tidak terlalu panas. Matahari sepanjang hari itu memancarkan mega merah.”

Ketiga, Terdapat di dalam hadits Watsilah bin Al Asqa’ dengan sanad hasan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Lailatul Qadar itu adalah malam yang bersinar. Tidak panas. Tidak dingin. Tidak ada pula bintang yang dilemparkan (bintang komet jatuh).

(Ramadhan Bersama Rasulullah, Hepi A.S. & Syaiful A.).

Silahkan tulis isi H❤‌ti....mu......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Tapak Suci Sragen

  • Wallpaper Tapak Suci

    download wallpaper cantik
  • XBANNER MINI TS
  • Rank :

    PageRank Checker
  • Twitter

  • Follow me on Twitter

  • free counters

  • IP
  • My Popularity (by popuri.us)
  • Berbagi Isi H❤‌ti

  • Isi H❤‌ti

  • smadav antivirus indonesia Sumber: SMADAV PRO GRATIS TANPA DONASI - Peluang Usaha
  • Yahoo! Avatars
  • Isi H❤‌ti Terbaru

  • Siny❤‌l H❤‌ti

    abg adab aib Allah amal anak animasi ayah Bisnis cinta damai doa download gadis gembala Gosip haji hati hati-hati hemat Hias hidup hikmah ibadah IKADI ikhlas Ilmu indonesia islam Islami jiwa Kajian kapal Kembara KISAH kULTUM laut Lc masjid menabung mendidik Merapi motivasi musibah muslim nafsu pAGErANK Penampakan PR Puasa Ramadhan Rasulullah romadhon rusuk s3 Sakit samudera santai semangat SEO sepatu sopan Sragen sTRATEGI SYAWAL Teman THL-TBPP uang ummi unta Ust. Hatta Syamsuddin Walimatul 'Ursy wallpapaer Wallpaper Wanita
  • p align="center">
    </p
  • <p align="center">
    </p
  • %d blogger menyukai ini: